Pengabdian santri di TPQ At-Toha Desa Boro bukan sekadar rutinitas mengajar, tetapi sebuah perjalanan ilmu dan dakwah yang penuh makna. Di tengah geliat kehidupan desa yang sederhana, suara lantunan ayat suci dari bibir-bibir kecil anak-anak menjadi nyawa bagi tempat ini. Mereka datang dengan mata berbinar, membawa semangat untuk mengenal huruf demi huruf Al-Qur’an, dan di sinilah peran seorang santri seperti Melitha Julyana menjadi begitu berarti.
Melitha tidak hanya mengajarkan tajwid dan makharijul huruf, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dengan cara yang lebih hidup dan bermakna. Dengan ilmu yang ia dapatkan dari pesantren, ia menghadirkan metode pembelajaran yang tidak kaku—menggunakan pendekatan yang lebih interaktif, membangun suasana belajar yang menyenangkan, dan menyesuaikan dengan karakter setiap santri kecilnya. Ia sadar bahwa setiap anak adalah dunia yang berbeda, dengan cara belajar yang unik.
Kadang, ia mengajak mereka membaca sambil bercerita tentang kisah para nabi, sesekali menyelipkan permainan edukatif yang membuat mereka semakin antusias. Tak jarang, dalam kehangatan sore, setelah sesi belajar selesai, ia duduk bersama mereka, mendengarkan cerita-cerita polos khas anak-anak desa, sembari menyisipkan nasihat-nasihat sederhana yang bisa mereka bawa pulang ke rumah.
Lebih dari sekadar pengajaran, pengabdian ini adalah jembatan kasih sayang antara ilmu dan kehidupan nyata. Melitha belajar bahwa mendidik bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga membangun hubungan, memberi teladan, dan menanamkan nilai-nilai Islami yang akan mereka bawa hingga dewasa. Dan di balik semua itu, ia menemukan kepuasan batin yang tak bisa diukur dengan angka—saat seorang anak yang dulu terbata-bata membaca, kini melafalkan ayat-ayat dengan fasih, atau ketika seorang santri kecil tersenyum bangga karena mampu menghafal surah pendek pertama mereka.
Begitulah menariknya pengabdian seorang santri di TPQ. Bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang membentuk generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, tentang menanam kebaikan yang akan tumbuh dan berkembang seiring waktu, serta tentang menemukan kebahagiaan dalam berbagi ilmu dan cinta untuk agama.

